Penyulingan Minyak Bumi

Loading...

ASTALOG.COM – Minyak bumi pada saat ini masih merupakan sumber utama energi, sehingga negara-negara yang masih mempunyai banyak cadangan minyak mentah mempunyai kedudukan yang sangat menguntungkan dalam pemasukan devisa negara tersebut.
 
Minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan jasad renik yang terkubur di bawah tanah sejak berjuta-juta tahun yang lalu. Minyak bumi terbentuk dari proses pelapukan dari tumbuh-tumbuhan mikroskopis dan mikroorganisme yang hidup di laut yang disebut plankton. Plankton-plankton tersebut mati tenggelam ke dasar laut dan mengalami proses pembusukan di bawah pengaruh suhu dan tekanan yang tinggi akhirnya berubah menjadi minyak (petrolium).
 
Fraksi-fraksi Minyak Bumi Diperoleh dari Penyulingan Minyak Bumi
 
Minyak mentah merupakan cairan kental yang berwarna hitam yang belum dapat digunakan untuk berbagai keperluan sebelum dilakukan pengolahan dalam kilang minyak. Minyak bumi mentah belum dapat digunakan sebelum dimurnikan lebih dahulu. Pemurnian minyak bumi dilakukan dengan proses destilasi; proses ini adalah cara pemisahan berdasarkan perbedaan titik didih dari masing-masing komponen dalam campuran.
 
Fraksi-fraksi yang diperoleh dalam destilasi ini merupakan campuran senyawa-senyawa hidrokarbon yang mendidih pada suatu trayek-trayek suhu tertentu. Proses destilasi dikerjakan dengan menggunakan kolom atau menara destilasi. Di dalam kolom ini terdapat pelat-pelat pada jarak tertentu yang mempunyai sejumlah bubble caps. Pelat-pelat ini untuk mempermudah pemisahan antara berbagai fraksi dengan trayek suhu yang berbeda-beda.
 
Minyak mentah dipanaskan lebih kurang 350 derajat Celcius kemudin dipompakan ke dalam kolom destilasi. Sebagian dari minyak tersebut menguap dan bergerak ke atas melalui bubble cups. Pada bubble cups sebagian dari uap mencair, uap yang tidak mencair melanjutkan perjalanannya ke atas dalam kolom dan kembali mengalami pencairan sebagian pada pelat-pelat di sebelah atas.
 
Gambar : Kolom destilasi dengan “bubble cups”.
 

Courtesy of : daraderadiradora.blogspot.com

 
Gas yang keluar dari kolom destilasi yang tanpa mengalami pencairan terutama terdiri atas metana (CH4), etana (C2H6), propana (C3H8), isobutana (C4H10), dan normal butana (C4H10) yang mempunyai suhu didih yang rendah.
Campuran gas ini mempunyai nilai kalori yang tinggi dan banyak digunakan sebagai bahan bakar dalam rumah tangga. Elpiji (LPG = Liquefied Patrolium Gas) adalah campuran gas yang dicairkan pada tekanan tinggi yang terutama terdiri atas propana (titik didih -42 derajat Celcius), isobutana (titik didih normal -12 derajat Celcius) dan normal butana (titik didih normal -1 derajat Celcius). Konstruksi kolom destilasi itu dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diambil berbagai fraksi minyak yang mencair pada pelat-pelat tersebut.
 
Hasil-hasil destilasi minyak bumi antara lain adalah:
 
1. Bensin : Fraksi ini khusus digunakan sebagai bahan bakar kendaraan bermotor. Trayek titik didihnya berkisar antara 30 derajat celcius hingga lebih kurang 200 derajat Celcius.
 
2. Nafta : Nafta adalah fraksi minyak bumi yang dperoleh sebagai destilat pada suhu 140 derajat Celcius dan 180 derajat Celcius. Fraksi ini antara lain digunakan sebagai aditif pada bensin dan juga sebagai bahan baku pada proses-proses tertentu seperti proses pembuatan etilena dan senyawa-senyawa aromatik. Nafta juga dikenal sebagai bensin berat.
 
3. Kerosin : Fraksi ini dengan trayek suhu didih antara 180 derajat Celcius dan 250 derajat Celcius dalam kehidupan sehari-hari lebih dikenal dengan nama minyak tanah yang banyak digunakan sebagai penerangan dan bahan bakar memasak. Penggunaan lain sebagai bahan bakar mesin-mesin kapal terbang tertentu yang namanya : “Avtur” dalam dunia penerbangan adalah singkatan dari Aviation Tubine Kerosine.
 
4. Minyak solar : Fraksi ini dapat digunakan sebagai bahan bakar dalam industri, misalnya untuk pemanasan minyak mentah sebelum dipompakan ke dalam kolom destilasi dan pada pembuatan uap air. Sebagai minyak gas digunakan dalam pembuatan gas kota yang didistribusikan ke rumah-rumah dengan nama minyak diesel, fraksi ini digunakan sebagai bahan bakar mesin-mesin diesel.
 
5. Residu : Fraksi residu ini berupa padatan pada suhu kamar kandungannya adalah senyawa-senyawa hidrokarbon dengan jumlah atom karbon lebih dari 20. Produk terkenal dari residu ini adalah aspal yang digunakan dalam pembuatan jalan. Jenis residu hasil destilasi banyak tergantung pada jenis minyak mentah, ada minyak mentah yang menghasilkan parafin padat sebagai residu.