Dampak Kelangkaan Ekonomi

ASTALOG.COM – Menurut istilah ekonomi, kelangkaan merupakan suatu kondisi dimana sumber daya sudah tidak mencukupi lagi untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Singkatnya, kelangkaan bisa terjadi karena jumlah kebutuhan lebih banyak dari jumlah barang dan jasa yang tersedia.

Meskipun begitu, kelangkaan bukan berarti segalanya sulit diperoleh atau ditemukan. Hanya saja alat pemuas kebutuhan manusia yang tersedia sudah tidak seimbang lagi dengan kebutuhan manusia yang tidak terbatas dan harus dipenuhi. Berdasarkan hal ini, kelangkaan mengandung 2 pengertian, yaitu:

  1. Alat pemenuhan kebutuhan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan.
  2. Untuk mendapatkan alat pemuas kebutuhan memerlukan pengorbanan yang lain.

PENYEBAB KELANGKAAN EKONOMI

Menurut Lipsey, ilmu ekonomi adalah suatu studi mengenai pemanfaatan sumber daya yang terbatas atau langka untuk memenuhi kebutuhan manusia yang tidak terbatas. Dari pengertian itu, maka dapat disimpulkan bahwa inti permasalahan ekonomi adalah kelangkaan (scarcity). Kondisi ini disebabkan oleh beberapa hal seperti:

  • Keterbatasan persediaan SDM (Sumber Daya Alam)
  • Keterbatasan manusia dalam mengolah alam
  • Kebutuhan manusia yang terus meningkat tetapi tidak diiringi dengan kemampuan manusia untuk menghasilkan benda pemuas kebutuhan atau belum ditemukannya sumber-sumber daya alam yang baru.

MACAM-MACAM SUMBER DAYA EKONOMI

Untuk dapat memahami dampak kelangkaan ekonomi, maka perlu diketahui dulu macam-macam sumber daya ekonomi seperti berikut ini:

1) Sumber Daya Alam

Sumber daya alam terdiri dari:

  1. Sumber daya alam yang dapat diperbaharui adalah sumber daya alam yang dilengkapi dengan kemampuan untuk mempertahankan maupun mengganti diri (reproduksi) melalui proses alami atau dengan campur tangan manusia dan pengolahan yang tepat. Contoh: tanaman, hewan, dan air.
  2. Sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui adalah sumber daya yang tidak memiliki kemampuan dalam mempertahankan maupun mengganti diri (reproduksi) baik tanpa atau campur tangan manusia. Sebagian besar sumber daya alam ini sering dieksploitasi melampaui kemampuan pemulihan alaminya, walaupun ada yang dapat digunakan berkali-kali seperti: mineral, minyak bumi, dan kayu. Tetapi, jika sumber daya alam tersebut terus dieksploitasi, maka lama kelamaan akan terus berkurang dan akhirnya habis. Sementara itu kebutuhan manusia akan sumber daya tersebut tetap tidak terbatas.

2) Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia merupakan faktor produksi yang sangat penting karena manusia merupakan subjek yang memiliki keahlian, keterampilan, dan pengetahuan dalam melaksanakan kegiatan ekonomi. Dalam kegiatan ekonomi, sumber daya manusia bisa dikatakan sebagai tenaga kerja. Tenaga kerja adalah setiap orang atau kelompok yang bersedia dan sanggup untuk melakukan pekerjaan/bekerja. Tenaga kerja mencakup mereka yang bekerja atas dasar upah atau gaji maupun mereka yang bekerja dalam rangka kepentingan pribadi.

3) Sumber Daya Modal

Sumber daya modal tidak hanya terbatas pada uang saja, tetapi juga dapat berupa barang seperti mesin, peralatan, dan bangunan. Secara luas, modal adalah segala sesuatu yang telah diproduksi dan dapat digunakan untuk memproduksi barang atau jasa lainnya. Barang modal terdiri atas barang yang sangat berguna dan menunjang dalam proses produksi. Sumber daya modal termasuk langka. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya perusahaan yang gulung tikar akibat kekurangan modal. Hal ini juga mempengaruhi kemajuan ekonomi suatu negara, dimana perkembangan ekonomi bisa menjadi lambat akibat kekurangan sumber daya modal.

4) Sumber Daya Kewirausahaan (Entrepreneurship)

Istilah kewirausahaan (entrepreneurship) diperkenalkan oleh Richard Cantillon. Istilah ini merupakan sebutan bagi para pedagang yang membeli barang di daerah-daerah dan menetapkan harga pembelian untuk dijual secara grosir maupun eceran, namun dengan harga yang tidak pasti atau berubah-ubah. Karakteristik dari seorang entrepreneurship adalah “memikul beban ketidakpastian.”

Jika dikaitkan dengan manajemen, entrepreneur dapat diartikan sebagai orang yang memiliki dan menggunakan sumber daya keuangan, bahan produksi, dan tenaga kerja untuk menghasilkan produk baru atau pengembangan organisasi usaha. Oleh karena itu, seorang entrepreneur harus mempunyai kemampuan untuk menciptakan produk baru dan berbeda dengan menggunakan sumber daya yang ada untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan barang dan jasa. Namun kenyataannya, orang-orang yang memiliki kualitas sebagai seorang entrepreneur jumlahnya sangat terbatas.

DAMPAK KELANGKAAN EKONOMI

Berdasarkan uraian di atas, maka ada keterkaitan antara ke-4 sumber daya ekonomi tersebut. Apabila salah satunya mengalami kelangkaan, tentu saja kebutuhan manusia tidak akan terpenuhi secara maksimal. Dengan adanya kenyataan bahwa sumber daya yang tersedia sangat terbatas, maka hal ini memaksa kita untuk tunduk pada hukum kelangkaan (The Law of Scarcity), yaitu untuk memenuhi kebutuhan tertentu, maka harus mengorbankan sesuatu yang lain terlebih dahulu.

Lalu apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi dampak kelangkaan ekonomi tersebut?

Kita bisa membuat pilihan (choice) walaupun terkadang sulit. Pilihan ini dilakukan karena kita tidak bisa memperoleh semua barang atau jasa dengan mudah. Pilihan ini dilakukan dengan mempertimbangkan pemanfaatan sumber daya yang sudah ada melalui kombinasi dengan sumber daya lain, kemudian memilih kombinasi yang paling menguntungkan. Melakukan pilihan bertujuan untuk memenuhi kebutuhan sehingga tercapai kepuasan secara maksimal.