Jenis-jenis Kata Sambung

ASTALOG.COM – Dalam istilah Bahasa Indonesia, kata sambung dikenal sebagai kata penghubung atau konjungsi. Hal ini mengandung pengertian bahwa kata sambung merupakan kata yang menghubungkan kata dengan kata dalam sebuah kalimat atau menghubungkan kalimat dengan kalimat dalam sebuah paragraf. Dalam Bahasa Indonesia, kata sambung berarti kata tugas yang menghubungkan 2 satuan bahasa yang sederajat, seperti: kata dengan kata, frasa dengan frasa, atau klausa dengan klausa.

JENIS-JENIS KATA SAMBUNG

Kata sambung dapat dibagi ke dalam 3 jenis, yaitu:

1) Kata Sambung atau Penghubung Koordinatif

Merupakan kata sambung yang menghubungkan 2 unsur kalimat atau lebih yang kedudukannya sederajat atau setara. Contoh:

  • Penanda hubungan penambahan: dan.
  • Penanda hubungan pendampingan: serta.
  • Penanda hubungan pemilihan: atau.
  • Penanda hubungan perlawanan: tetapi, melainkan.
  • Penanda hubungan pertentangan: padahal, sedangkan.

2) Kata Sambung atau Penghubung Subordinatif

Merupakan kata sambung yang menghubungkan 2 unsur kalimat (klausa) yang kedudukannya tidak sederajat. Contoh:

  • Penghubung subordinatif atributif: yang.
  • Penghubung subordinatif tujuan, yaitu untuk menyatakan tujuan. Contoh: agar, supaya, biar.
  • Penghubung subordinatif syarat,yaitu untuk menyatakan syarat. Contoh: jika, kalau, jikalau, asal(kan), bila, manakala.
  • Penghubung subordinatif waktu, yaitu untuk menyatakan waktu. Contoh: sejak, semenjak, sedari, sewaktu, tatkala, ketika, sementara, begitu, seraya, selagi, selama, serta, sambil, demi, setelah, sesudah, sebelum sehabis, selesai, seusai, hingga, sampai.
  • Penghubung subordinatif pengandaian: andaikan, seandainya, umpamanya, sekiranya.
  • Penghubung subordinatif konsesif: biar(pun), walau(pun), sekalipun, sungguhpun, kendati(pun).
  • Penghubung subordinatif pembandingan: seakan-akan, seolah-olah, sebagaimana, seperti, sebagai, laksana, ibarat, daripada, alih-alih.
  • Penghubung subordinatif sebab, yaitu untuk menyatakan sebab. Contoh: sebab, karena, oleh karena, oleh sebab.
  • Penghubung subordinatif hasil, yaitu untuk menyatakan hasil atau akibat. Contoh: sehingga, sampai(sampai), maka(nya).
  • Penghubung subordinatif alat: dengan, tanpa.
  • Penghubung subordinatif cara: dengan, tanpa.
  • Penghubung subordinatif komplementasi: bahwa.
  • Penghubung subordinatif perbandingan, yaitu untuk menyatakan perbandingan. Contoh: sama …. dengan, lebih …. dari(pada).

3) Kata Sambung Korelatif

Merupakan kata sambung atau penghubung yang berupa kata berpasangan untuk menghubungkan 2 unsur kalimat yang kedudukannya setara. Contoh:

  • Tidak hanya…., tetapi juga.
  • Baik…., maupun.
  • Jangankan…, …pun.
  • Entah…., entah.
  • Bukan hanya…, melainkan juga.
  • Apa(kah)…, atau.
  • Sedemikian rupa…., sehingga.
  • Demikian…, sehingga.
  • Bukannya…, melainkan.

CONTOH PENGGUNAAN KATA SAMBUNG DALAM KALIMAT

1) Kata Sambung/Penghubung Koordinatif

  • Irma dan Fyra sedang bermain bersama.
  • Fadly serta adiknya rela bekerja untuk membantu ibunya.
  • Adi ingin bermain ke rumah temannya, tetapi ibunya melarang.

2) Kata Sambung/Penghubung Subordinatif

  • Okta sudah menjadi guru selama 10 tahun.
  • Rafida lebih baik menuruti nasihat ibunya daripada menuruti kata-kata temannya.
  • Afif ingin memberikan modal kepada Asep karena ia ingin membalas budi kepadanya.

3) Kata Sambung/Penghubung Korelatif

  • Entah benar entah tidak, ia mengklaim dirinya sebagai keturunan bangsawan.
  • Jangankan membeli sepeda motor, mobil pun sanggup dibelinya.
  • Ia tidak hanya terlibat dalam kasus korupsi, tetapi juga terlibat dalam kasus suap.

SISWA LAIN JUGA MEMBACA INI: