Jenis Hutan di Wilayah Indonesia Tengah

ASTALOG.COM – Dilansir dari wikipedia, bagian tengah Indonesia diketahui berada pada kawasan Sulawesi, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur, serta Kalimantan Utara.

Beberapa kawasan tersebut memiliki sekumpulan hutan didalamnya. Seperti yang Anda ketahui, Indonesia dikenal sebagai salah satu kepulauan yang memiliki begitu banyak hutan dibanding negara lainnya, dan ini bisa di lihat pada setiap bagian Indonesia memiliki jenis hutan masing-masing, dan salah satunya bagian Indonesia tengah.

Dikawasan Indonesia bagian tengah, diketahui terdapat beberapa jenis hutan, antara lain:

1. Hutan Bakau
Hutan bakau tumbuh di pantai-pantai landai dan berlumpur yang terkena pasang surut. Hutan bakau sangat penting karena menjadi tempat bagi berbagai jenis ikan dan udang. Hutan bakau juga dapat melindungi daratan dari pengaruh abrasi dan dapat menjadi penampung banjir dari pedalaman daratan. Hutan bakau dapat ditemui di Pantai Papua, Sumatra bagian timur, dan sepanjang pesisir Kalimantan.

2. Hutan Rawa
Hutan rawa meliputi daerah rawa-rawa dengan berbagai jenis tumbuhan seperti beluntas, pandan, dan ketapang. Jenis hutan ini banyak terdapat di pantai timur Sumatra, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Tengah.

3. Sabana
Hutan Sabana adalah padang berumput yang dipenuhi oleh semak perdu dan beberapa jenis pohon yang tumbuh menyebar, seperti palem dan akasia.

Sistem biotik ini biasanya terbentuk di antara daerah tropis dan subtropis. Beberapa benua yang memiliki padang sabana di antaranya adalah Afrika, Amerika bagian Selatan, dan Australia.
Kurangnya curah hujan menjadi pemicu munculnya sabana, sehingga ia dikenal dengan sebutan padang rumput tropis. Iklimnya tidak terlalu kering untuk menjadi gurun pasir, tetapi tidak cukup basah untuk menjadi hutan.

Ciri Hutan Sabana
Ada di daerah yang mempunyai iklim tropis atau daerah khatulistiwa
Ciri khusus suatu hutan bisa dilihat dari keberadaa hutan tersebut. Hal ini juga berlaku pada hutan sabana ini. Hutan sabana merupakan hutan yang berada di daerah khatulistiwa atau daerah yang memiliki iklim tropis. Beberapa negara yang mempunyai iklim tropis mempunyai hutan sabana yang seperti ini, salah satunya adalah Indonesia. Salah satu alasan mengapa sabana ini berada di wilayah yang tropis dikarenakan jumlah curah hujan yang turun. Sabana ini lebih berada di daerah yang panas daripada daerah yang lembab atau tidak terlalu panas.

a. Mempunyai curah hujan yang musiman
Salah satu faktor untuk membentuk padang atau hutan sabana adalah adanya curah hujan yang bersifat musiman. Hujan yang musiman ini menjadi faktor pokok yang menyebabkan terbentuknya padang sabana ini.

b. Curah hujan sedang dan cenderung tidak teratur
Padang atau hutan sabana terbentuk karena adanya hujan yang turun secara musiman (musim hujan). Selain curah hujan yang turun secara musiman, yang mempengaruhi terbentuknya padang sabana selanjutnya adalah curah hujan yang intensitasnya sedang dan cenderung tidak teratur. Padang atau hutan sabana tidak memerlukan banyak air seperti pada jenis hutan- hutan lainnya.

c. Mempunyai curah hujan sebanyak 100 hingga 150 mm/ tahun
Kendati padang atau hutan sabana ini tidak terlalu membutuhkan banyak curah hujan, maka dari itu curah hujan yang turun di sekitar padang atau hutan sabana pun juga tidak banyak, padang atau hutan sabana hanya mempunyai curah hujan sebanyak 100 hingga 150 mm/ tahun. Curah hujan ini bukan termasuk curah hujan yang tinggi.

d. Mempunyai suhu yang panas sepanjang tahun
Padang atau hutan sabana merupakan hutan yang tanah dengan iklim panas. Maka dari itu salah satu ciri khas yang dimiliki oleh hutan atau padang sabana ini adalah adanya suhu panas di sepanjang tahun. Meskipun terkadang ada hujan turun secara musiman, namun rata- rata suhu yang ada di wilayah hutan sabana tersebut tergolong suhu yang panas. Maka dari itulah hutan atau padang sabana ini tumbuh di daerah beriklim tropis yang mempunyai suhu panas.

e. Mempunyai porositas (resapan air) dan drainase (pengairan) yang cukup baik
Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh hutan atau padang sabana adalah mempunyai porositas atau resapan air dan juga sistem drainase atau pengairan yang cukup baik. Oleh karena itulah tanah yang ada di padang atau hutan sabana ini cenderung tidak lembab dan tidak becek seperti tanah yang berada di hutan- hutan pada umumnya.

f. Bisa berubah menjadi semak belukar atau hutan basah
Padang atau hutan sabana ini bisa berubah menjadi beragam bantuk, seperti semak belukar ataupun hutan basah. Perubahan ini terjadi ketika padang atau hutan sabana bertemu dengan curah hujan yang tinggi ataupun yang rendah sekali. Hutan sabana akan berubah menjadi semak belukar apabila terbentuknya mengarah pada daerah yang memiliki intensitas hujan yang semakin rendah daripada biasanya. Sebaliknya, apabila terbentuknya sabana ini mengarah ke daerah yang intensitas hujannya semakin tinggi dan tinggi, maka hutan atau padang sabana ini bisa berupah menjadi hutan basah. Maka dari itulah curah hujan yang seimbang akan sangat dibutuhkan untuk menjaga kelangsungan hidup hutan sabana ini.

g. Mempunyai hewan yang hidup berupa herbivora maupun karnivora
Salah satu ciri khas yang dimiliki oleh hutan atau padang sabana adalah memiliki hewan yang berupa karnivora maupun herbivora. Seperti jenis hutan yang lainnya, hutan sabana pun juga merupakan tempat tinggal bagi beberapa hewan. Beberapa hewan yang tinggal di hutan sabana antara lain singa, macan tutul, zebra, gajah, jerapah, dan lain sebagainya.

4. Hutan Musim
Hutan ini dinamai hutan musim karena memiliki perbedaan kondisi pada musim hujan dan kemarau yang cukup mencolok. Tumbuhan yang ada di hutan musim pada musim kewarau biasanya akan meranggas dan pada musim hujan akan tumbuh lebat kembali. Tumbuhan yang mengalami peristiwa ini di antaranya pohon jati dan pohon kapok. Hutan ini biasanya terdapat di daerah bertemperatur tinggi. Hutan musim banyak terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, sampai Nusa Tenggara.

Ciri Hutan Musim
1. Tumbuhan yang dapat hidup dalam hutan musim, umumnya adalah tumbuhan tropofit, yaitu tumbuhan yang mampu beradaptasi dengan musim hujan dan musim kemarau dan tahan terhadap kekeringan.

2. Pada musim hujan daun tumbuhan akan sangat lebat, namun pada musim kemarau hampir seluruh daunnya rontok.

3. Tumbuhan yang ada didalamnya akan membentuk formasi musiman, seperti pada musim kemarau daun meranggas untuk mengurangi penguapan.

4. Nama untuk hutan ini biasanya di ambil dari nama jenis pohon yang mendominasi, misalnya hutan jati, karena yang mendominasi didalamnya adalah pohon jati.