Proses Perkembangbiakan Tanaman Tebu

Loading...

ASTALOG.COM – Mungkin kita tidak bisa menikmati rasa manis apabila tidak ada tebu. Ya, tebu merupakan tanaman yang dijadikan sebagai bahan baku gula. Tanaman ini hanya dapat tumbuh di daerah beriklim tropis seperti di Indonesia. Tebu termasuk jenis tanaman rumput-rumputan dan jarak antara waktu tanam hingga dipanen bisa mencapai kurang lebih setahun. Di Indonesia sendiri, tebu banyak dibudidayakan di wilayah Pulau Jawa dan Sumatera.

Lalu bagaimana Proses Perkembangbiakan Tanaman Tebu? Berdasarkan laman detik tani, simak ulasan perkembangbiakan tanaman tebu yang melalui 4 fase, yaitu:

1. Fase Perkecambahan (0 – 1 bulan)

Fase ini dimulai saat terjadinya pertumbuhan mata tunas tebu yang awalnya dorman menjadi tunas muda yang dilengkapi dengan daun, batang, dan akar.  Fase perkecambahan sangat ditentukan oleh faktor internal pada bibit seperti varietas, umur bibit, jumlah mata, panjang stek, cara meletakkan bibit, bibit terinfeksi hama penyakit, serta kebutuhan hara bibit.
Selain itu, faktor eksternal seperti kualitas dan perlakuan bibit sebelum tanam, aerasi, kedalaman peletakan bibit, dan kualitas pengolahan tanah juga sedikit berpengaruh pada fase perkecambahan ini.
2) Fase Pertunasan atau Pertumbuhan Cepat (1 – 3 bulan)
Fase pertumbuhan anakan adalah perkecambahan dan tumbuhnya mata-mata pada batang tebu di bawah tanah menjadi tanaman tebu baru.  Fase pertunasan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan tebu, karena dapat merefleksikan produktivitas tanaman tebu.  Pada fase ini, tanaman membutuhkan kondisi air yang terjamin kecukupannya, oksigen dan hara makanan khususnya N, P dan K serta penyinaran matahari yang cukup.
Pada fase ini, secara agresif tanaman tebu mengalami pertumbuhan secara horizontal dengan terbentuknya tunas-tunas baru secara bertahap, mulai dari tunas primer sampai tunas tertier.  Pada umur tanaman ini, pertumbuhan kesamping terus terjadi hingga mencapai pertumbuhan jumlah tunas maksimum pada umur tebu sekitar 3 bulan.  Proses pertunasan meskipun dominan terjadi munculnya anakan, namun pola petumbuhannya berupa fisik dicerminkan dengan pembentukan daun, akar, dan batang.
3) Fase Pemanjangan Batang (3 – 9 bulan)
Proses pemanjangan batang pada dasarnya merupakan pertumbuhan yang didukung dengan perkembangan beberapa bagian tanaman, yaitu perkembangan tajuk daun, perkembangan akar dan pemanjangan batang.
Fase ini terjadi setelah fase pertumbuhan tunas mulai melambat dan terhenti.  Pemanjangan batang merupakan proses paling dominan pada fase ini, sehingga stadia pertumbuhan pada periode umur tanaman 3 – 9 bulan ini dikatakan sebagai stadia perpanjangan batang.
Ada 2 unsur dominan yang berpengaruh dalam fase pemanjangan batang, yaitu diferensiasi dan perpanjangan ruas-ruas tebu yang sangat dipengaruhi oleh lingkungan terutama sinar matahari, kelembaban tanah, aerasi, hara N, dan faktor inheren tebu.
4) Fase Kemasakan atau Generatif Maksimal (10 – 12 bulan)
Fase kemasakan diawali dengan semakin melambatnya bahkan terhentinya pertumbuhan vegetatif.  Tebu yang memasuki fase kemasakan secara visual ditandai dengan pertumbuhan tajuk daun berwarna hijau kekuningan, pada helaian daun acapkali dijumpai bercak berwarna coklat.
Pada kondisi tertentu, sering ditandai dengan keluarnya bunga.  Selain sifat inheren tebu, faktor lingkungan yang berpengaruh cukup dominan untuk memacu kemasakan tebu antara lain kelembaban tanah, panjang hari, dan status hara tertentu seperti hara nitrogen.
MANFAAT LAIN DARI TANAMAN TEBU
Selain sebagai bahan baku gula, tebu ternyata memiliki manfaat lain, seperti:
  1. Daun tebu yang kering (dadhok) adalah biomassa yang mempunyai nilai kalori cukup tinggi. Ibu-ibu di pedesaan Jawa sering memakai dadhok sebagai bahan bakar untuk memasak. Selain menghemat minyak tanah yang makin mahal, bahan bakar ini juga cepat panas.
  2. Dalam konversi energi pabrik gula, daun tebu dan juga ampas batang tebu digunakan untuk bahan bakar boiler, yang uapnya digunakan untuk proses produksi dan pembangkit listrik.
  3. Di beberapa daerah, air perasan tebu sering dijadikan minuman segar pelepas lelah, air perasan tebu cukup baik bagi kesehatan tubuh karena dapat menambah glukosa.