Ciri-ciri Sosial Papua Nugini

ASTALOG.COM – Mendengar kata Papua Nugini, mungkin menimbulkan sedikit pertanyaan, apa hubungannya dengan Provinsi Papua di Indonesia? Ternyata jika ditinjau lebih mendalam, memang ada hubungan antara keduanya dimana berdasarkan catatan sejarah, manusia pertama yang menetap di Pulau Papua  termasuk Provinsi Papua dan Papua Nugini diduga berasal dari sekitar 50.000 tahun lalu. Mereka berasal dari ras Melanesia dan Afrika.

Selain itu, antara Provinsi Papua di Indonesia dengan Papua Nugini memiliki wilayah yang berdekatan atau berbatasan. Dalam hal ini, Papua Nugini atau Papua New Guinea terletak di bagian timur Pulau Papua dan berbatasan darat dengan Provinsi Papua, Indonesia di sebelah barat.

SEJARAH PAPUA NUGINI

Penduduk asli Papua Nugini kemungkinan berasal dari ras Melanesia di Asia Tenggara. Sementara itu, mereka yang berasal dari Afrika telah hadir sejak sekitar 50.000 hingga 70.000 tahun yang lalu. Pada masa itu, Pulau Papua menjadi benua pertama setelah Afrika dan Euroasia yang dihuni oleh manusia modern dengan melakukan migrasi pertama pada waktu kurang lebih sama dengan migrasi yang terjadi di benua Australia. Migrasi utama dilakukan oleh rumpun Austronesia sekitar 2.500 tahun lalu.

Pertanian pun dikembangkan secara mandiri di dataran tinggi Pulau Papua yang membuatnya menjadi salah satu dari sedikit daerah domestikasi tanaman asli di dunia pada saat itu. Selain itu, penduduk yang bermigrasi ke pulau Papua melakukan pengenalan tembikar dan teknik-teknik memancing tertentu. Kemudian, sekitar 300 tahun yang lalu, ubi jalar masuk ke pulau Papua, yang juga telah diperkenalkan ke Maluku dari Amerika Selatan oleh kolonial Portugis.

Meskipun begitu, hanya sedikit yang mengetahui tentang keberadaan pulau Papua meskipun banyak saudagar asing yang telah mengunjungi pulau Papua untuk mengoleksi bulu dan rambut burung Cendrawasih. Hingga di abad ke-16, pulau Papua ditemukan oleh para penjelajah berkebangsaan Spanyol dan Portugis. Akhirnya diberilah nama Papua Nugini yang merupakan penggabungan dari 2 kata, yaitu:

  1. Papua yang berasal dari kata bahasa Melayu ‘Pepuah‘ yang menggambarkan rambut orang Melanesia yang keriting
  2. New Guinea (Nugini) berasal dari kata ‘Nueva Guinea‘ yang dicetuskan oleh penjelajah dari Imperium Spanyol, Ynigo Ortiz de Retez, dimana pada tahun 1545, ia mencatat kemiripan orang-orang Papua dengan orang-orang yang pernah dilihatnya di sepanjang pesisir Guinea, Afrika.

CIRI-CIRI SOSIAL PAPUA NUGINI

Papua Nugini yang beribukota di Port Moresby dengan jumlah penduduk sekitar 7.398.500 berdasarkan sensus tahun 2013, menjadikan penduduknya sebagai salah satu yang heterogen di dunia. Pertumbuhan penduduk pertahun menurut data sejak tahun 2005-2010 sebesar 2%.

Keberagaman bahasa juga ditemukan disana, dimana ada sekitar lebih dari 800-an bahasa lokal asli. Setiap wilayah masing-masing memiliki bahasa yang berbeda. Tapi pada umumnya ada 3 bahasa yang digunakan, yaitu Inggris, Tok Pisin, dan Motu.

Penduduk asing menempati 1 % populasi yang berasal dari: Australia, New Zealand, China, India, Filipina, UK, dan USA. Sejak kemerdekaan, sekitar 900 penduduk asing telah menjadi penduduk naturalisasi.

Keberagaman komunitas, bahasa, dan adat istiadat di Papua Nugini terkadang menjadi pemicu suatu konflik. Namun meskipun kebudayaannya bervariasi, struktur sosial masyarakatnya pada umumnya memiliki karakter atau ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Pertalian keluarga yang sangat kuat dan mengikat.
  2. Hubungan yang sederajat berdasarkan status yang diperoleh sendiri.
  3. Cinta yang begitu kuat terhadap tanahnya. Komunitas tradisional tidak mengakui transfer permanen atas kepemilikan ketika tanah dijual.
  4. Tanah dan barang kepemilikan lainnya di beberapa budaya bisa diwariskan pada perempuan. Tapi pada umumnya, perempuan diperlakukan rendah. Kekerasan gender masih menjadi hal yang endemik.
  5. Pola dan frekuensi aktivitas seksual (khususnya di area pedesaan) berkontribusi terhadap cepatnya penyebaran HIV di Papua Nugini saat ini.
  6. Kebanyakan penduduk masih sangat taat dengan pola kehidupan tradisional mereka yang berakar kuat dalam kehidupan di pedesaan.

 

SISWA LAIN JUGA MEMBACA INI: