Masa Keemasan Kerajaan Demak

ASTALOG.COM – Setelah Majapahit mengalami kejatuhannya, maka muncullah Kerajaan Demak. Dulunya Demak merupakan salah satu wilayah kadipaten dari Kerajaan Majapahit. Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama dan terbesar di pesisir pantai utara Jawa. Menurut catatan sejarah, kerajaan Demak menjadi pelopor dalam penyebaran agama Islam di pulau Jawa, dan Indonesia pada umumnya.

MASA AWAL KERAJAAN DEMAK

Seiring dengan kemunduran Kerajaan Majapahit menjelang akhir abad ke-15, maka wilayah-wilayahnya pun mulai memisahkan diri. Bahkan wilayah-wilayah yang tersebar atas kadipaten-kadipaten saling menyerang dan saling mengklaim sebagai pewaris tahta Kerajaan Majapahit.

Demak yang berada di wilayah pesisir pantai utara Jawa perlahan-lahan muncul sebagai kawasan yang mandiri. Raja Kerajaan Demak, yaitu Raden Patah merupakan turunan terakhir dari Kerajaan Majapahit. Itulah sebabnya Kerajaan Demak digambarkan sebagai pengganti langsung dari Kerajaan Majapahit.

Kemungkinan besar Kerajaan Demak didirikan oleh seorang muslim Tionghoa bernama Cek Ko Po. Ia memiliki putra yang dijuluki “Pate Rodim” atau “Badruddin” atau “Kamaruddin” dan meninggal sekitar tahun 1504.

MASA KEEMASAN KERAJAAN DEMAK

Kerajaan Demak mengalami masa kejayaannya di awal abad ke-16. Pada masa itu Kerajaan Demak telah menjadi kerajaan yang kuat di pulau Jawa. Bahkan tak ada satupun kerajaan lain di pulau Jawa yang mampu menandinginya dalam usahanya memperluas wilayah kekuasaannya. Hal ini dilakukan Kerajaan Demak dengan cara menundukkan beberapa kawasan pelabuhan dan pedalaman di Nusantara.

Berdasarkan catatan sejarah, ada 2 pemimpin atau Raja Demak yang telah membawa Demak ke puncak keemasannya. Mereka adalah:

1) Pati Unus

Saat berada di bawah kekuasaan Pati Unus, Demak menjadi kerajaan yang berwawasan nusantara. Visi besarnya adalah menjadikan Demak sebagai kerajaan maritim yang besar.

Di masa kepemimpinannya, Demak pernah merasa terancam dengan pendudukan Portugis di Malaka yang dulu menjadi salah satu wilayah kekuasaan Kerajaan Demak. Saat itu, Pati Unus pun mengirimkan armada lautnya beberapa kali untuk menyerang Portugis di Malaka.

2) Sultan Trenggana

Sultan Trenggana merupakan Raja Kerajaan Demak yang dikenang jasanya atas penyebaran agama Islam di wilayah Jawa Timur dan Jawa Tengah. Di bawah kekuasaannya, Kerajaan Demak mulai menguasai daerah-daerah Jawa lainnya seperti:

  • Sunda Kelapa dari Kerajaan Pajajaran, serta menghalau tentara Portugis yang akan mendarat di sana.
  • Tuban.
  • Madiun.
  • Surabaya.
  • Pasuruan.
  • Malang.
  • Kerajaan Blambangan, yaitu kerajaan Hindu terakhir di ujung timur pulau Jawa.

Sultan Trenggana meninggal pada tahun 1546 dalam sebuah pertempuran menaklukkan Pasuruan, dan kemudian digantikan oleh Sunan Prawoto. Salah seorang panglima perang Demak waktu itu adalah Fatahillah, seorang pemuda asal Pasai, Sumatera, yang juga menjadi menantu Sultan Trenggana.

Sementara itu, Maulana Hasanuddin putera Sunan Gunung Jati mendapat perintah dari Sultan Trenggana untuk menundukkan Banten Girang. Sedangkan Sunan Kudus yang merupakan imam di Masjid Demak juga menjadi pemimpin utama dalam penaklukan Kerajaan Majapahit sebelum pindah ke Kudus.