Penerapan Paham Nazisme di Jerman

ASTALOG.COM – Siapa yang tak mengenal Jerman? Negara ini sangat terkenal dengan banyak keunggulannya. Jerman yang dikenal sebagai Republik Federal Jerman (Bundesrepublik Deutschland) merupakan suatu negara berbentuk federasi di Eropa Barat.

Keunggulan Jerman yang terkenal adalah karena negara ini memiliki posisi ekonomi dan politik yang sangat penting di kawasan benua Eropa pada khususnya, dan di dunia pada umumnya. Tidak mengherankan jika Jerman menjadi negara dengan penduduk imigran terbesar ke-3 di dunia.

keunggulan lainnya adalah Jerman dikenal sebagai negara dengan sistem jaringan pengaman sosial yang baik dan memiliki standar hidup yang sangat tinggi. Jerman juga dikenal sebagai negara dengan penguasaan ilmu dan teknologi maju di berbagai bidang, baik ilmu-ilmu alamiah maupun sosial dan kemanusiaan. Jerman dianggap sebagai negara yang sangat menghidupkan dunia.

Dengan kata lain, Jerman juga merupakan negara yang mempengaruhi keadaan perekonomian/bursa saham dunia. Namun dibalik sejumlah keunggulannya, Jerman memiliki banyak cerita sejarah kelam di masa lalu. Salah satu yang hingga kini masih sering dibicarakan adalah penerapan paham nazisme di Jerman.

Jerman di Masa Awal

Perang Napoleon yang terjadi di Perancis telah mengubah alur sejarah, dari orientasi feodalisme menjadi negara militeristik, dengan terbentuknya Konfederasi Jerman tahun 1815–1866. Karena peran negara yang represif, munculnya gerakan liberalisme di Eropa, serta Revolusi Februari 1848 di Perancis, sempat terjadi revolusi pada tahun 1848 yang dimotori oleh mahasiswa dan kaum buruh.

Walaupun dapat diredam, revolusi ini menghasilkan parlemen pertama di Jerman, yaitu Parlemen Frankfurt, matangnya simbol-simbol kebangsaan (bendera dan bakal lagu kebangsaan), dan menjadi pendorong terbentuknya Kekaisaran Jerman tahun 1871–1918 seusai perang Perancis-Prusia (1870-1871). Sejak saat itu, Jerman mengadopsi sistem parlementer dengan kanselir sebagai kepala pemerintahan. Kanselir pertama adalah Otto von Bismarck.

Namun seiring dengan berakhirnya perang dunia I, maka runtuh pula kekaisaran Jerman. Di awal Revolusi Jerman bulan November 1918, Jerman mendeklarasikan dirinya sebagai republik. Kemudian di tahun 1919, Republik Weimar berdiri dengan Friedrich Ebert sebagai Presiden dan Philipp Scheidemann sebagai kanselir.

Meski begitu, kekuatan komunis radikal kiri tetap berlanjut. Revolusi ini berakhir tanggal 11 Agustus 1919, ketika Konstitusi Weimar ditandatangani oleh Presiden Friedrich Ebert. Jerman pada era ini menikmati kehidupan budaya yang sangat liberal dengan kemakmuran ekonomi dan disebut dengan Golden Twenties.

Namun ini tidak berlangsung lama, akibat depresi besar tahun 1929 ditambah kondisi sulit akibat didikte oleh Perjanjian Versailles, mengakibatkan pemerintahan menjadi tidak stabil di awal 1930-an. Hal ini ditambah lagi dengan adanya tuduhan pada pemerintah Weimar bahwa mereka dianggap mengkhianati negara karena menandatangani Perjanjian Versailles.

PENERAPAN PAHAM NAZISME DI JERMAN

Nazi yang merupakan singkatan dari Nationalsozialismus merupakan sebuah ideologi totalitarian Partai Nazi (Partai Pekerja Nasional-Sosialis Jerman) di bawah kepemimpinan Adolf Hitler. Hal ini dimulai di tahun 1932, ketika Partai Komunis Jerman dan Partai Nazi mengontrol mayoritas Parlemen, yang terus menerus menentang kebijakan pemerintah Weimar. Setelah kabinet yang terus-menerus gagal, Presiden ke-2 dari Republik Weimer, yaitu Paul von Hindenburg mengangkat Adolf Hitler sebagai Kanselir pada tanggal 30 Januari 1933.

Sesaat kemudian situasi negara bertambah kacau dan Hitler mendapatkan kekuatan tak terbatas. Dengan menggunakan kekuatannya untuk menghindari ancaman terhadap negara, Hitler kemudian mendirikan negara totaliter terpusat dalam beberapa bulan. Industri kemudian direvitalisasi untuk kebutuhan militer.

Tanggal 1 September 1939, angkatan perang Nazi, yaitu Wehrmacht meluncurkan serangan kilat ke Polandia, lalu kemudian dianeksasi oleh Jerman dan Tentara Merah Soviet. Inggris dan Perancis menyatakan perang terhadap Jerman, dan Perang Dunia II pun pecah. Perang pun berlanjut, Jerman dan sekutunya dengan cepat menguasai hampir seluruh benua Eropa dan Afrika Utara. Meski begitu, rencana Jerman untuk menguasai Inggris mengalami kegagalan.

Kegagalan Jerman dan paham Nazi yang dianutnya di masa itu pada akhirnya membuat negara ini dipecah oleh blok sekutu menjadi 2 zona militer, yaitu:

  1. Sektor Barat yang dikuasai oleh Perancis, Inggris, dan Amerika Serikat, bergabung tanggal 23 Mei 1949 untuk membentuk Republik Federal Jerman (Bundesrepublik Deutschland). Dikenal sebagai Jerman Barat dengan ibukotanya Bonn.
  2. Sektor Timur yang dikuasai oleh Uni Soviet menjadi Republik Demokratik Jerman (Deutsche Demokratische Republik) pada tanggal 7 Oktober 1949. Dikenal sebagai Jerman Timur dengan ibukotanya Berlin TImur.

Pada akhirnya pada tanggal 3 Oktober 1990, secara resmi pemerintah Jerman Timur meletakkan kekuasaannya dan menyetujui penyatuan dengan Republik Federal Jerman. Hari itu dikenang sebagai Hari Persatuan Jerman (Tag der Deutschen Einheit)

 

SISWA LAIN JUGA MEMBACA INI: