Negara yang Menganut Sistem Ekonomi Kapitalis

ASTALOG.COM – Sistem ekonomi kapitalis atau kapitalisme merupakan suatu sistem ekonomi di mana perdagangan, industri, dan alat-alat produksi dikendalikan oleh pemilik swasta dengan tujuan membuat keuntungan dalam ekonomi pasar. Pemilik modal bisa melakukan usahanya untuk meraih keuntungan sebesar-besarnya. Demi prinsip tersebut, maka pemerintah tidak dapat melakukan intervensi pasar guna keuntungan bersama, tapi intervensi pemerintah dilakukan secara besar-besaran untuk kepentingan-kepentingan pribadi.

Berdasarkan catatan sejarah, kapitalisme berlangsung sejak ditemukannya sistem perniagaan yang dilakukan oleh pihak swasta. Di Eropa, hal ini dikenal dengan sebutan guild sebagai cikal bakal kapitalisme. Sebelum kapitalisme muncul, ada sistem ekonomi merkantilismeAdam Smith, seorang tokoh ekonomi kapitalis klasik menentang sistem ekonomi merkantilisme yang dianggapnya kurang mendukung ekonomi masyarakat.

CIRI-CIRI EKONOMI KAPITALIS

  1. Adanya pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi dimana pemilikan alat-alat produksi berada di tangan individu, dan Inidividu bebas memilih pekerjaan/usaha yang dipandang baik bagi dirinya.
  2. Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar dimana Pasar berfungsi memberikan signal kepada produsen dan konsumen dalam bentuk harga-harga.
  3. Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand”, sebuah motif yang menggerakkan perekonomian dalam mencari laba untuk mengatur perekonomian menjadi efisien.
  4. Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingan sendiri. Paham individualisme didasarkan materialisme atau hedonisme.

NEGARA-NEGARA YANG MENGANUT SISTEM EKONOMI KAPITAS

Negara-negara adidaya adalah negara penganut paham ekonomi sosialis, seperti:

1) Amerika Serikat

Amerika Serikat (AS) menerapkan sistem ekonomi kapitalis campuran yang didukung oleh ketersediaan sumber daya alam yang melimpah, infrastruktur yang dikembangkan dengan baik, dan produktivitas yang tinggi. Menurut International Monetary Fund (IMF), PDB AS mencapai sekitar $15,1 triliun atau sekitar 22% dari produk dunia bruto, dan dengan nilai pertukaran pasar hampir 19% dari total produk dunia bruto menurut keseimbangan kemampuan berbelanja (KKB).

AS adalah importir barang terbesar pertama dan eksportir terbesar kedua di dunia, meskipun ekspor per kapitanya masih agak rendah. Sektor manufaktur didominasi oleh produk-produk kimia. AS merupakan produsen minyak terbesar ketiga di dunia, dan juga importir minyak terbesar. Negara ini juga menjadi produsen terbesar energi nuklir dan listrik, begitu juga dengan gas alam likuid, sulfur, fosfat, dan garam.

2) Inggris

Perekonomian Inggris merupakan salah satu perekonomian terbesar di dunia, dengan PDB per kapita rata-rata £ 22.907. Inggris menerapkan sistem ekonomi pasar campuran; yang mengadopsi sebagian besar prinsip-prinsip pasar bebas, namun tetap mempertahankan infrastruktur kesejahteraan soaial. Perpajakan di Inggris cukup kompetitif bila dibandingkan dengan kebanyakan negara Eropa lainnya.

Ekonomi Inggris menyumbangkan bagian terbesar bagi ekonomi Britania Raya, dimana PDB per kapitanya merupakan tertinggi ke-18 dunia. Inggris merupakan pemimpin dalam industri kimia dan farmasi, juga dalam industri-industri penting seperti kedirgantaraan, industri senjata, dan industri perangkat lunak. Bursa efek London, yang berlokasi di London, merupakan bursa saham terbesar di Eropa. London juga merupakan pusat keuangan di Britania Raya, 100 dari 500 perusahaan terbesar di Eropa bermarkas di London. Di samping itu, London merupakan pusat keuangan terbesar di Eropa, dan pada tahun 2009 juga dinobatkan sebagai salah satu pusat bisnis dan keuangan terbesar di dunia.

3) Jerman

Jerman mempunyai ekonomi pasar sosial dengan tenaga kerja berkemampuan tinggi, kapitalisasi pasar besar, tingkat korupsi yang rendah, serta tingkat inovasi tinggi. Jerman adalah negara dengan ekonomi terbesar dan terkuat di Eropa, PDB terbesar keempat dunia, pendapatan nasional bruto terbesar kelima dunia, dan kontributor terbesar ke Uni Eropa tahun 2011. Sektor jasa berkontribusi terhadap 71% total PDB, industri 28%, dan pertanian 1%.