Penjelasan Tentang Dinamika Penduduk

ASTALOG.COM – Hingga saat ini masalah kependudukan masih menjadi hal yang sering dibahas. Dalam ilmu sosiologi, penduduk adalah kumpulan manusia yang menempati wilayah geografi dan ruang tertentu. Sementara itu, pengertian lain dari penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi 2, yaitu:

  1. Orang yang tinggal di daerah tersebut
  2. Orang yang secara hukum berhak tinggal di daerah tersebut. Dengan kata lain orang yang mempunyai surat resmi untuk tinggal di situ.

Dalam ilmu kependudukan, dikenal istilah Dinamika Penduduk. Dinamika penduduk adalah pertumbuhan jumlah penduduk yang merupakan keseimbangan antara penyebab adanya pengurangan penduduk dan juga penambahan penduduk. Dinamika atau perubahan lebih cenderung pada perkembangan jumlah penduduk suatu negara atau wilayah tersebut. Jumlah penduduk tersebut dapat diketahui melalui sensus, registrasi dan survei penduduk.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DINAMIKA PENDUDUK

Ada 3 faktor penting yang sangat mempengaruhi dinamika penduduk. Ke-3 faktor itu adalah:

1) Kelahiran (Natalitas)

Pengukuran tingkat kelahiran terkadang sulit dilakukan karena banyak bayi-bayi yang yang meninggal beberapa saat kelahiran tidak dicatatkan dalam peristiwa kelahiran atau kematian dan sering tercatat sebagai lahir mati.

Tinggi rendahnya tingkat kelahiran dalam suatu kelompok penduduk tergantung pada usia, penggunaan alat kontrasepsi, pengangguran, tingkat pendidikan, status pekerjaan wanita, serta pembangunan ekonomi. Secara kasar angka kelahiran dapat digolongkan menjadi 3, yaitu:

  1. Angka kelahiran rendah apabila kurang dari 30 per 1000 penduduk
  2. Angka kelahiran sedang, apabila antara 30 – 40 per 1000 penduduk
  3. Angka kelahiran tinggi, apabila lebih dari 40 per 1000 penduduk

Faktor Penunjang Kelahiran:

  • Menikah di usia muda
  • Adanya pandangan “banyak anak banyak rezeki
  • Adanya pandangan bahwa anak bisa menjadi harapan bagi orang tua sebagai pencari nafkah
  • Anak bisa menjadi penentu status sosial
  • Anak merupakan penerus garis keturunan terutama anak laki-laki

Faktor Penghambat Kelahiran:

  • Pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB)
  • Penundaan usia perkawinan dengan alasan menyelesaikan pendidikan
  • Semakin banyak wanita yang berkarir

2) Kematian (Mortalitas)

Secara umum, kematian dapat dibedakan menjadi 2 tingkatan, yaitu:

  1. Tingkat kematian kasar (crude death rate) adalah banyaknya orang yang meninggal pada suatu tahun per jumlah penduduk pertengahan tahun tersebut.
  2. Tingkat kematian khusus (age specific death rate) dipengaruhi oleh beberapa factor, antara lain umur, jenis kelamin, pekerjaan.

Faktor Penunjang Kematian:

  • Rendahnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan
  • Fasilitas kesehatan yang belum memadai
  • Keadaan gizi penduduk yang rendah
  • Terjadinya bencana alam seperti gunung meletus, gempa bumi, banjir
  • Peperangan, wabah penyakit, pembunuhan

Faktor Penghambat Kematian

  • Meningkatnya kesadaran penduduk akan pentingnya kesehatan
  • Fasilitas kesehatan yang memadai
  • Meningkatnya keadaan gizi penduduk
  • Meningkatnya tenaga medis seperti dokter dan bidan

Penggolongan Angka Kematian

  1. Angka kematian rendah apabila kurang dari 10 per 1000 penduduk
  2. Angka kematian sedang, apabila antara 10 – 20 per 1000 penduduk
  3. Angka kematian tinggi, apabila lebih dari 20 per 1000 penduduk

3) Migrasi Penduduk

Migrasi penduduk bisa terjadi akibat dari keadaan lingkungan alam yang kurang menguntungkan. Sebagai akibat dari keadaan alam yang kurang menguntungkan maka akan menimbulkan terbatasnya sumber daya yang mendukung penduduk di daerah tersebut.

Yang perlu diperhatikan seorang penduduk migran dalam menentukan keputusan untuk pindah ke daerah lain, yaitu faktor persediaan sumber daya alam, faktor lingkungan sosial budaya, serta faktor potensi ekonomi. Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut, setidaknya bisa terhindar dari akibat negatif.

Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Mobilitas penduduk adalah perpindahan penduduk dari suatu daerah ke daerah lain. Mobilitas penduduk ada yang bersifat sementara, misalnya turisme baik nasional maupun internasional, dan ada pula mobilitas penduduk yang permanen atau menetap. Mobilitas penduduk permanen disebut migrasi. Jadi, migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat ke tempat lain dengan melewati batas negara atau batas administrasi dengan tujuan untuk menetap.