Memahami Penggolongan Laut Berdasarkan Kedalamannya

Loading...

ASTALOG.COM – Apakah kalian suka makan ikan sebagai lauk pauk tiap hari. Ikan yang kalian makan itu termasuk ikan darat atau ikan laut? Kalau ikan darat, tahukah kalian bagaimana cara membudidayakannya? Kalau ikan laut, bagaimana caranya ikan tersebut dapat kalian peroleh dan nikmati?

Luas laut Indonesia mencakup 2/3 dari seluruh luas wilayah Indonesia, yaitu 5,8 juta km2. Di dalam laut tersebut, tersimpan kekayaan alam yang luar biasa besarnya. Potensi sumber daya laut Indonesia tidak hanya berupa ikan, tetapi juga bahan tambang seperti minyak bumi, nikel, emas, bauksit, pasir, bijih besi, timah, dan lain-lain yang berada di bawah permukaan laut. Kekayaan yang dapat dimanfaatkan dari sumber daya laut yang lain adalah sumber daya alam berupa mangrove, terumbu karang, dan lain-lain. Sumber daya tersebut dikenal dengan sumber daya pesisir.
Kekayaan Alam Laut Indonesia

Potensi laut di Indonesia untuk saat ini masih belum begitu dimaksimalkan, namun setidaknya para nelayan sudah memiliki lapangan kerja yang dapat memberikan mereka pendapatan, sehingga kesejahteraan hidup didaerah sekitar laut tidak perlu dikhawatirkan lagi. Yang menjadi masalah, kadang ada saja pihak tidak bertanggungjawab yang memanfaatkan kekayaan alam Indonesia dengan tidak semestinya, misalnya menangkap ikan secara ilegal, merusak terumbu karang, serta kegiatan lain yang dapat mencemarkan ekosistem laut dan dalam jangka panjang bukan tidak mungkin dapat merusak keseimbangan alam didasar laut.

BACA JUGA:  Macam-macam Modal Menurut Sumbernya

Bahan tambang yang ada didalam laut tentu saja dapat dimanfaatkan untuk kelangsungan hidup manusia, yang telah diteliti belakangan ini adalah adanya gas alam serta tambang minyak bumi. Namun pengelolaan bahan tambang tersebut hendaknya dilakukan dengan pengawasan yang ketat agar tidak menjadikan pencemaran didalam laut.

Sedangkan ikan-ikan laut yang hidup dilautan Indonesia memiliki banyak jenis mulai yang mudah didapatkan sampai yang keberadaannya teramcam punah. Ikan-ikan tersebut dalam perkembangbiakannya tidak terlepas dari ekosistem sekitarnya, termasuk adanya terumbu karang.

Penggolongan Laut Berdasarkan Kedalaman

Klasifikasi laut dilihat dari zonasi kedalamannya dapat digolongkan menjadi empat kelompok, yaitu Zone Litoral (zone pasang–surut), Zone Neritik (wilayah laut dangkal), Zone Bathial (wilayah laut dalam) dan Zone Abyssal (wilayah laut yang sangat dalam).

BACA JUGA:  Apa Pengertian Prasejarah

Laut dibagi menjadi zona tertentu menurut kriteria-kriteria. Berdasarkan tingkat kedalamannya laut dibagi menjadi 4 zona yaitu:

1. Zona Litoral
Yaitu zona yang merupakan batas antara wilayah pasang naik dan pasang surut air laut. Ketika air laut sedang pasang maka wilayah ini akan terisi oleh air laut namun ketika air laut surut maka wilayah ini akan berupa pantai.

2. Zona Neritik
Yaitu zona laut yang memiliki kedalaman kira-kira 50 sampai 200 meter. Pada zona ini sinar matahari masih bisa tembus ke bawah permukaan air sehingga banyak hewan laut dan tumbuhan laut hidup di zona ini.

3. Zona Batial
Yaitu zona laut yang kedalamannya 1500-1800/2000 m, sehingga cahaya matahari tidak dapat menembus sampai dasar laut. Beberapa jenis binatang yang masih bisa hidup di wilayah ini, tetapi tumbuhan laut hanya sedikit dibandingkan zona neritik.

BACA JUGA:  Bagaimana Cara Kerja Gen Menurunkan Sifat?

4. Zona Abbisal
Yaitu zona laut memiliki kedalaman lebih dari 2000 m. Suhu di daerah ini sangat rendah sehingga hanya hewan-hewan dan tumbuhan tertentu yang dapat hidup di zona ini. Umunya biota yang hidup di zona ini dapat menghasilkan cahaya sendiri untuk berkomunikasi di kegelapan laut contohnya Anglerfish.

Selain itu, ada juga penggolongan laut berdasarkan letaknya. Berdasarkan letaknya, laut dapat dikelaskan ke dalam empat kelompok yaitu Laut Pedalaman, Laut Tepi, Laut Tengah, dan Samudra.