Konsep Geografi Sosial

ASTALOG.COM – Geografi sosial merupakan salah satu cabang dari ilmu geografi yang berhubungan dengan interaksi manusia terhadap lingkungan sosialnya yang meliputi hubungan manusia dengan manusia lain maupun kelompok manusia yang ada di sekelilingnya. Maksudnya, manusia dalam memenuhi kebutuhan hidupnya, baik kebutuhan primer maupun kebutuhan sekunder pasti akan memanfaatkan lingkungan sekitarnya.

DEFINISI GEOGRAFI SOSIAL MENURUT BEBERAPA AHLI

  1. Watson: geografi sosial adalah suatu identifikasi daerah yang berdasarkan himpunan gejala sosial hubungannya dengan lingkungan secara keseluruhan.
  2. Phal: geografi sosial adalah studi tentang pola dan proses sosial penduduk dalam ruang tertentu.
  3. Buttimer: geografi sosial adalah studi pola keruangan dan hubungan fungsional kelompok masyarakat dalam konteks lingkungan sosial mereka, struktur internal dan eksternal dari kegiatan penduduk beserta berbagai jalur komunikasinya.
  4. Eyless: geografi sosial merupakan analisis pola dan proses sosial yang timbul dari persebaran dan keterjangkauan sumber daya yang langka.
  5. Jones: geografi sosial adalah ilmu yang bertugas mengetahui pola-pola yang timbul dari kelompok masyarakat yang memanfaatkan ruang, dan mengetahui proses pembentukan dan proses perubahan pola-pola tersebut.

CABANG ILMU GEOGRAFI SOSIAL

  1. Geografi Budaya: mempelajari norma, produk budaya, dan variasinya serta persebaran dan hubungannya sesuai perubahan tempat dan waktu.
  2. Geografi Pembangunan: mempelajari geografi dengan merujuk pada standar dan kualitas hidup manusia, serta lingkungan dan aktivitas ekonominya di seluruh dunia.
  3. Geografi Ekonomi: mempelajari hubungan antara lingkungan biofisik dengan sistem perekonomian, negara, dan hal- hal terkait.
  4. Geografi Kesehatan: menerapkan pengetahuan geografi dengan masalah kesehatan dan penyakit di seluruh dunia.
  5. Geografi Sejarah: mempelajari hubungan antara geografi fisik dan manusia pada masa lalu yang direkonstruksi, untuk mempelajari perkembangan dan perubahan suatu wilayah dan berbagai bentuk perubahan dalam skala waktu.
  6. Geografi Politik dan Geopolitik: mempelajari unsur-unsur geografi yang berkaitan dengan sistem politik suatu negara, misalnya batas negara, ibu kota, wilayah bersengketa.
  7. Geografi Penduduk (Demografi): mempelajari aspek geografis pada penduduk, seperti kemajemukan, pertumbuhan, dan persebarannya.
  8. Geografi Agama: mempelajari hubungan antara perkembangan agama dengan wilayah dan waktu.
  9. Geografi Sosial: mempelajari fenomena sosial yang berkaitan dengan geografi dan sosiologi.
  10. Geografi Transportasi: mempelajari hubungan antara manusia dan transportasi, serta pemakaian dan kecenderungannya.
  11. Geografi Pariwisata: mempelajari pariwisata sebagai industri, aktivitas manusia, dan pengalaman yang didapat dari suatu tempat.
  12. Geografi Pemukiman: mempelajari masalah perkembangan dan penataan pemukiman penduduk.

KONSEP GEOGRAFI SOSIAL

  1. Ruang: adalah seluruh permukaan bumi yang merupakan lapisan biosfer, tempat hidup bagi makhluk hidup baik manusia, hewan, tumbuh-tumbuhan maupun organisme lainnya.
  2. Proses: adalah tindakan manusia dalam beradaptasi dan memanfaatkan lingkungan. Proses terbagi 2, yaitu: Proses Mikro yang menekankan pada kegiatan individu dan kelompok masyarakat, seperti orang yang pindah rumah; serta Proses Makro yang menekankan pada proses kegiatan masyarakat secara umum, seperti migrasi, transmigrasi, urbanisasi, dan sebagainya.
  3. Pola: adalah proses yang terjadi berulang-ulang, dalam hal ini adalah pola kehidupan dan penghidupan yang berbeda antara satu tempat dengan tempat dengan tempat lainnya yang mencerminkan perbedaan sifat daerah dan penduduknya sehingga akan terwujud bentang sosial yang berbeda. Bentang sosial adalah sekelompok penduduk atau beberapa kelompok penduduk yang hidup dalam suatu wilayah atau tempat tertentu dan mempunyai gagasan yang sama terhadap lingkungannya.

CIRI-CIRI GEOGRAFI SOSIAL

Berikut ini ciri-ciri geografi sosial menurut Paul Vidal De Lablace:

  1. Kepribadian daerah itu merupakan hasil cara masyarakat mengeksploitasi sumber daya alam.
  2. Masyarakat bereaksi terhadap habitatnya.
  3. Manusia mengorganisasi dirinya sendiri dan berinteraksi dengan sesamanya.