Mengapa Peran Manusia Sangat Penting dalam SIG?

ASTALOG.COM – SIG yang merupakan singkatan dari Sistem Informasi Geografi (Geographic Information System) adalah suatu sistem informasi khusus yang digunakan untuk mengelola data yang memiliki informasi spasial (keruangan). Singkatnya, SIG adalah sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola, dan menampilkan informasi berbasis geografi. Sistem teknologi yang diterapkan dalam SIG memungkinkan untuk dilakukannya investigasi ilmiah, pengelolaan sumber daya, perencanaan pembangunan, kartografi, serta perencanaan rute. Contohnya, seorang pakar bencana alam bisa terbantu secara cepat untuk menghitung waktu tanggap darurat saat terjadi bencana alam.

KOMPONEN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI (SIG)

1) Perangkat Keras

Perangkat keras (hardware) yang berupa perangkat-perangkat fisik merupakan bagian dari sistem komputer yang mendukung analisis geografi dan pemetaan. Perangkat keras SIG mempunyai kemampuan untuk menyajikan citra dengan resolusi dan kecepatan yang tinggi serta mendukung operasi-operasi basis data dengan volume data yang besar secara cepat. Perangkat keras SIG terdiri dari beberapa bagian, yaitu:

  1. Untuk menginput data: mouse, digitizer, scanner
  2. Untuk mengolah data: harddisk, processor, RAM, VGA Card
  3. Untuk mencetak hasil (output): plotter, printer, screening.

2) Perangkat Lunak

Perangkat lunak (software) digunakan untuk melakukan proses menyimpan, menganalisa, serta memvisualkan data-data baik data spasial maupun non spasial. Perangkat lunak yang harus terdapat dalam komponen software SIG adalah:

  1. Alat untuk memasukkan dan memanipulasi data SIG
  2. Data Base Management System (DBMS)
  3. Alat untuk menganalisa data-data
  4. Alat untuk menampilkan data dan hasil analisa

3) Data

Secara umum ada 2 jenis data yang bisa mendukung SIG, yaitu:

  1. Data Spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang terdapat di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, serta gambar dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau dalam bentuk image yang memiliki nilai tertentu.
  2. Data Non Spasial adalah data berbentuk tabel dimana tabel tersebut berisi informasi- informasi yang dimiliki oleh obyek dalam data spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi dengan data spasial yang ada.

4) Manusia

Manusia merupakan inti elemen dari SIG karena manusia adalah perencana dan pengguna dari SIG. Pengguna SIG mempunyai tingkatan seperti pada sistem informasi lainnya, dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan mengelola sistem sampai pada pengguna yang menggunakan SIG untuk membantu pekerjaannya sehari-hari.

Dari penjelasan ini dapat diketahui ‘mengapa peran manusia sangat penting dalam SIG?’ Karena manusia-lah yang akan mengelola dan menjalankan sistem tersebut. Dalam hal ini manusia yang berkompeten memegang peranan yang sangat penting dalam merencanakan dan menggunakan SIG.

5) Metode

Metode yang digunakan dalam SIG akan berbeda untuk setiap permasalahan. SIG yang baik tergantung pada aspek desain dan aspek real-nya.

5 PROSES DALAM SISTEM INFORMASI GEOGRAFI

  1. Input Data digunakan untuk menginputkan data spasial dan data non spasial. Data spasial biasanya berupa peta analog. Untuk SIG harus menggunakan peta digital sehingga peta analog tersebut harus dikonversi ke dalam bentuk peta digital dengan menggunakan alat digitizer atau proses overlay dengan melakukan proses scanning pada peta analog.
  2. Manipulasi Data, dimana tipe data yang diperlukan oleh suatu bagian SIG mungkin perlu dimanipulasi agar sesuai dengan sistem yang dipergunakan. Oleh karena itu SIG mampu melakukan fungsi edit baik untuk data spasial maupun non spasial.
  3. Manajemen Data, dimana setelah data spasial dimasukkan maka proses selanjutnya adalah pengolahan data non spasial. Pengolaha data non spasial meliputi penggunaan DBMS untuk menyimpan data yang memiliki ukuran besar.
  4. Query adalah proses analisis yang dilakukan secara tabular. Secara umum, SIG dapat melakukan 2 jenis analisis, yaitu: Analisis Proximity yang merupakan analisis geografi yang berbasis pada jarak antar layer, serta Analisis Overlay yang merupakan proses penyatuan data dari lapisan layer yang berbeda.
  5. Visualisasi merupakan hasil akhir terbaik yang diwujudkan dalam peta atau grafik. Dalam hal ini, peta sangat efektif untuk menyimpan dan memberikan informasi geografis.