Jenis-jenis Penyerbukan Berdasarkan Asal Serbuk Sari

ASTALOG.COM – Penyerbukan atau Polinasi yang diambil dari kata bahasa Inggris, Pollen yang artinya “serbuk sari” merupakan peristiwa jatuhnya serbuk sari pada permukaan putik. Serbuk sari sendiri merupakan alat penyebaran dan perbanyakan generatif dari tumbuhan berbunga yang berasal dari modifikasi sel sperma.

Pada sebagian besar bunga, serbuk sari akan jatuh pada bagian kepala putik. Peristiwa penyerbukan berdasarkan asal serbuk sarinya merupakan salah satu peristiwa penting dari proses reproduksi tanaman berbiji. Jika penyerbukannya berlangsung sukses, maka akan diikuti segera dengan tumbuhnya buluh serbuk yang memasuki saluran putik menuju bakal biji. Nah, di bakal biji inilah terjadi peristiwa penting selanjutnya, yaitu pembuahan.

JENIS-JENIS PENYERBUKAN BERDASARKAN ASAL SERBUK SARI

Penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari merupakan salah satu jenis dari beberapa jenis penyerbukan yang dikenal. Jenis penyerbukan ini terdiri dari:

  1. Penyerbukan Sendiri (Autogami) merupakan peristiwa menempelnya serbuk sari dari suatu bunga pada kepala putik bunga itu sendiri. Penyerbukan sendiri tidak menghasilkan keturunan yang bervariasi. Jenis penyerbukan ini bisa dilihat pada bunga telang dan bunga turi.
  2. Penyerbukan Tetangga (Geitonogami) merupakan peristiwa menempelnya serbuk sari dari suatu bunga pada kepala putik bunga lain yang masih berada pada satu tumbuhan. Jenis penyerbukan ini bisa dilihat pada bunga jagung.
  3. Penyerbukan Silang (Alogami) merupakan peristiwa menempelnya serbuk sari dari suatu bunga pada kepala putik yang lain berada pada tumbuhan lain yang sejenis. Penyerbukan silang sering disebut persilangan. Persilangan dapat menimbulkan variasi keturunan karena terjadi perpaduan sifat dari 2 tumbuhan induknya. Misalnya persilangan antara bunga merah dengan bunga putih dapat menghasilkan bunga merah, merah muda, dan putih.

JENIS-JENIS PENYERBUKAN LAINNYA

Selain jenis penyerbukan berdasarkan asal serbuk sari, sebenarnya masih ada jenis penyerbukan lainnya yang terjadi karena adanya perantara, antara lain:

1) Penyerbukan oleh Angin

Penyerbukan oleh angin biasanya terjadi pada bunga tidak berwarna dan tidak memiliki kelenjar madu. Bunga ini memiliki serbuk sari dalam jumlah banyak, dan serbuk sari ini memiliki berat yang ringan sehingga mudah diterbangkan angin. Tidak hanya itu, bunganya juga memiliki kepala sari yang besar, tangkai sari yang panjang, serta akan bergoyang jika ditiup angin. Sementara itu putiknya akan terentang keluar, panjang, dan berbulu. Jenis penyerbukan yang diperantarai oleh angin bisa dilihat pada bunga kelapa dan jagung.

2) Penyerbukan oleh Hewan

Ada beberapa hewan yang memiliki fungsi sebagai perantara untuk proses penyerbukan seperti hewan jenis serangga, yaitu kupu-kupu dan lebah. Tidak hanya jenis serangga saja, siput, burung, dan kelelawar juga termasuk hewan yang dapat menjadi perantara untuk proses penyerbukan.

Bunga yang mengalami penyerbukan melalui perantara biasanya bunga yang berwarna-warni, berbau harum, mempunyai kelenjar madu, serta serbuk sarinya berlendir sehingga dapat melekat pada tubuh hewan. Prosesnya:

  • Hewan jenis serangga akan datang dan menghisap kelenjar madu lalu serbuk sari akan menempel di tubuh hewan.
  • Lalu ketika serangga hinggap di bunga lain yang sejenis, maka penyerbukan pun akan terjadi.

3) Penyerbukan oleh Manusia

Proses penyerbukan yang melibatkan perantaraan manusia bisa dilihat pada bunga salak dan vanili yang berkelamin tunggal sehingga bunganya terbagi 2 jenis, yaitu bunga jantan dan bunga betina. Proses terjadinya, yaitu bunga jantan yang penuh serbuk sari dipetik, kemudian ditempelkan pada bunga betina yang sudah masak.