Puisi dan Cara Menganalisanya

ASTALOG.COM – Puisi yang diambil dari bahasa Yunani Kuno yaitu ‘poiéo/poió’ yang artinya ‘menciptakan’ (I create) adalah suatu bentuk seni tertulis yang menggunakan bahasa sebagai kualitas estetiknya, atau selain dari arti semantiknya. Penekanan dari sisi estetik suatu bahasa ini dilakukan dengan pengulangan bahasa secara sengaja serta adanya rima. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja. Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak di mengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala ‘keanehan’ yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Di dalam puisi juga biasa disisipkan majas yang membuat puisi itu semakin indah. Majas tersebut juga beragam, salah satunya adalah sarkasme yaitu sindiran langsung dengan kasar.

Cara Menganalisa Puisi

 

Terkadang kita dihadapkan pada tugas untuk menganalisa suatu puisi. Mungkin kedengarannya sulit, namun jika kita memahami caranya, hal itu tidak akan lagi menjadi sesuatu yang menyulitkan. Berikut ini cara menganalisa puisi:

  1. Menentukan Makna Puisi
  • Baca sebuah puisi secara perlahan-lahan. Saat pertama kali membaca puisi tersebut, ingat “reaksi perasaan” terhadap puisi tersebut, seperti: hubungan emosional yang dirasakan terhadap isi puisi, hal-hal yang mengingatkan pada pengalaman pribadi, hal-hal yang disukai atau tidak disukai, dan sebagainya.
  • Baca lagi puisi tersebut dan temukan makna harfiahnya. Makna harfiah adalah versi yang paling terlihat jelas pada puisi dan tidak merujuk ke perangkat puitis. Jika perlu, terjemahkan puisi tersebut ke dalam bentuk dialog. Pikirkan dari sisi, “Apa definisi yang paling umum dari kata atau frase yang digunakan pada puisi ini?” Ini bisa menjadi langkah yang sulit, tapi ingat bahwa semua puisi yang bagus, menggunakan kata-kata yang memiliki makna harfiah.
  • Baca kembali puisi tersebut untuk menemukan makna konotatifnya. Cari beberapa kata kunci atau frase pada puisi dan pikirkan jenis konotasi yang disajikan. Pikirkan dari sisi, “Mengapa kata ini yang digunakan dan bukan kata lain?” Seringkali makna yang mempengaruhi emosi kita adalah makna konotatif, bukan denotatif.
  • Cari makna simbolis puisi tersebut. Catat kiasan-kiasan yang mungkin dikenali, referensi pada simbol tertentu, atau lainnya. Pikirkan hal ini dari segi, “Apa maknanya? Mengapa?”
  • Berhenti untuk bertanya pada diri sendiri tentang “Apa yang penulis coba katakan?” Apa tujuan puisi ini? Apa reaksi yang coba ia raih dari pembaca? Mengapa?”. Tetapi cobalah untuk mengidentifikasi “tujuan penulisan” penyair.
  1. Memikirkan Perangkat Puisi yang Digunakan
  • Mulailah menganalisis berbagai bagian puisi tersebut. Analisis selanjutnya akan membantu untuk mengetahui bagaimana penulis meraih emosi atau mencapai tujuannya, daripada apa pengaruh dan tujuannya. Ini berarti menjelajahi perangkat puitis, nada suara, pembaca, dan lainnya.
  • Mengidentifikasi siapa yang berbicara, narator, dan pembaca. “Apakah ada orang tertentu yang berbicara? Apakah yang berbicara adalah penyair? Meskipun yang berbicara adalah penyair, kita harus selalu merujuk kepada yang berbicara sebagai ‘narator’ sesuai dengan analisis kita. Berkaitan dengan pembaca, pembicara berbicara kepada siapa? Apakah ada kelompok tertentu? Apakah pembaca membantu untuk menentukan siapa naratornya?
  • Tentukan struktur dan susunan puisi tersebut. “Apakah puisi ini mengikuti sebuah bentuk narasi? Apakah ada ide-ide yang dikelompokkan bersama di bagian yang berbeda? Apakah setiap bait memiliki topik yang terpisah, atau adakah tema yang berkelanjutan sepanjang puisi tersebut? Bagaimana puisi secara fisik disusun? ini adalah puisi yang panjang, apakah puisi ini memiliki bait yang terpisah?
  • Tentukan skema rima puisi tersebut. Ada berbagai jenis skema rima. Rima digunakan untuk memberikan puisi suara musikal yang menyenangkan. Rima juga dapat digunakan untuk memperdalam makna, dan memperkuat bentuk puisi. “Apakah ada makna di balik penempatan rima? Apakah rima menekankan pada ide tertentu di dalam puisi?”
  • Analisis puisi dari segi perangkat puitis. Carilah perangkat suara (aliterasi, asonansi, dll), perumpamaan (detil sensorik, gambar yang berbicara, dll) dan sebagainya. Pikirkan dari sisi, “Apa jenis alat bahasa yang penulis ini gunakan? Bagaimana alat tersebut membantu dia mencapai tujuannya?
  • Tariklah kesimpulan. “Apa tema atau tujuan puisi tersebut? Alat apa yang digunakan penyair untuk menyampaikan tema atau gagasan utama puisinya? Bagaimana penyair menggunakannya?” Jika kita ditugaskan untuk melakukannya, tuliskanlah dalam sebuah esai analitis.