Mengulas Sejarah Kedatangan Bangsa Belanda Ke Indonesia

Loading...

ASTALOG.COM – sejarah kedatangan Bangsa Belanda ke Indonesia cukup panjang. Sejarah tersebut biasanya akan muncul pada soal ujian semester kelas XI SMA semua jurusan, untuk itu simak berikut adalah sejarah yang mengulas kenapa Bangsa Belanda menjajah Indonesia yang dulu masih bernama Nusantara hingga Hindia-Belanda.

Pada mulanya tahun 1850 Raja Philip yang berasal dari Spanyol naik tahta, hal tersebut membuat Spanyol memiliki aturan baru salah satunya adalah bersatunya Spanyol dan Portugis membuat Belanda sulit mendapatkan rempah-rempah dari kawasan Lisabon daerah Portugis. Hal tersebut membuat Belanda untuk membuat peraturan baru yaitu diadakan penjajahan ke berbagai Negara di Dunia khususnya Samudera yang menghasilkan banyak rempah-rempah.

Tahun 1595, Cornelis de Houtman dan de Keyzer memimpin pelayaran menuju Nusantara dengan 4 buah kapal. Pelayaran tersebut menempuh rute Belanda – Pantai Barat Afrika – Tanjung Harapan – Samudra Hindia – Selat Sunda – Banten. Selama dalam pelayaran, mereka selalu berusaha menjauhi jalan pelayaran Portugis sehingga pelayaran tidak singgah di India dan Malaka yang sudah dahulu diduduki Portugis. Pada bulan Juni 1596, pelayaran Houtman tiba di Banten.

Hal tersebut membuat Belanda girang melihat pesona Indonesia, walaupun pada mulanya kedatangan Belanda ke Indonesia disambut hangat oleh masyarakat Banten, yang mana diharapkan Belanda dapat membantu dalam sistem perdagangan di Banten dan mampu membantu dalam peperangan Banten melawan Palembang. Namun hal tersebut rupanya tidak terwujud, yang ada masyarakat Banten geram dengan de Houtman karena mereka hanya membeli rempah saat musim panen saja dan tidak mau membantu musim penanaman.

Akibatnya de Houtman diusir dari Banten dan kembali ke Belanda disambut dengan penuh Bahagia oleh masyarakat Belanda karena dianggap sebagai pelopor pelayaran menemukan jalan laut ke Indonesia.

Pada tanggal 20 November 1598, rombongan baru dari Belanda dipimpin oleh Jacob van Neck dan W ybrecht can Waerwyck dengan 8 buah kapal tiba di Banten. Pada saat itu, hubungan Banten dengan Portugis sedang memburuk sehingga kedatangan Belanda diterima baik. Karena sikap van Neck yang sangat hati-hati dan pandai mengambil hati para petinggi Banten, tiga buah kapalnya penuh dengan muatan dan dikirim kembali ke negeri Belanda. Lima buah kapal yang lain menuju ke Maluku. Di Maluku, Belanda juga diterima dengan baik oleh rakyat Maluku karena dianggap sebagai musuh Portugis yang juga sedang bermusuhan dengan rakyat Maluku.

Dari situ Belanda mulai menguasai Indonesia, sedikit demi sedikit rakyat Indonesia diperbudak oleh Belanda dengan kerja paksa. Belanda juga membentuk VOC sebagai (Vereenigde Oost Indische Compagnie) atau Persekutuan Maskapai Perdagangan Hindia Timur. Pengurus pusat VOC terdiri dari 17 orang yang berdiri pada tahun 1602.

Loading...