Pengertian dan Latar Belakang Penyakit Hernia Diafragmatika

 

Hernia merupakan penyakit yang sering ditemukan di masyarakat. Penyakit ini ditandai dengan adanya penonjolan isi perut melalui bagian dinding perut yang lemah, kelainan ini terutama ditemukan di daerah lipat paha.

Hernia bisa terjadi disemua umur, juga banyak pada usia produkif, sehingga mempunyai dampak sosial ekonomi yang cukup signifikan, oleh karenanya, penanganan penyakit hernia yang efektif dan efisien sangat diperlukan.

Hernia berasal dari bahasa Latin, herniae, yang berarti penonjolan isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah (defek) pada dinding rongga itu. Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut dengan isi yang keluar berupa bagian dari usus.

Secara umum ada dua jenis hernia, yaitu internal dan eksternal.

Hernia Internal

Hernia internal berada dalam tubuh dan tidak bisa dilihat secara kasatmata. Misalnya hernia diafragmatika, di mana hernia itu terjadi akibat adanya celah di diafragma (otot pemisah antara bagian perut dan dada) karena pembentukan diafragma yang tidak sempurna.

Contoh lain dari hernia internal ini adalah hernia hiatal esofagus, yaitu hernia terjadi melalui celah masuknya esofagus yang masuk dari rongga dada.

Hernia Eksternal

Dua jenis hernia eksternal yang paling sering dijumpai adalah hernia inguinalis (muncul di lipat paha) dan hernia umbilikalis (muncul di daerah pusar). Bayi umumnya mengalami hernia eksternal ini dan bisa dideteksi secara kasat mata.

Hernia diafragmatika adalah penonjolan organ perut ke dalam rongga dada melalui suatu lubang pada diafragma. Salah satu penyebab terjadinya hernia diafragma adalah trauma pada abdomen, baik trauma penetrasi maupun trauma tumpul abdomen., baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Mekanisme dari cedera dapat berupa cedera penetrasi langsung pada diafragma atau yang paling sering akibat trauma tumpul abdomen.

Hernia diafragmatik adalah hernia yang terjadi karena adanya defek atau abnormalitas pada diafragma. Hernia diafragmatik dapat terjadi karena abnormalitas kongenital, hiatal dan traumatik. Hernia diafragmatik kongenital dapat dibedakan menjadi dua bagian yaitu Hernia Morgagni dan Hernia Bochdalek.

Pada Hernia Morgagni defek terjadi pada bagian retrosternal yaitu di dekat xyphoid prosesus atau di bagian anterior dari diafragma. Kemudian pada Hernia Bochdalek defek terjadi pada bagian dorsal atau di bagian posterior dari diafragma.

Hernia traumatik yang juga merupakan bagian dari hernia diaframatik disebabkan oleh adanya trauma benda tumpul atau tajam pada perut terutama pada sisi kiri sebab pada sisi kanan perut terlindungi oleh hati.

Hernia hiatal yaitu herniasi yang terjadi dengan melewati oesophagus hiatus, yang merupakan celah masuk esofagus ke rongga abdomen. Hernia hiatal dapat dibagi menjadi dua yaitu hernia geser (sliding hernia) yaitu berpindahnya cardia ke atas, dibagian posterior dari mediastinum dan hernia paraesophageal (rolling hernia) yaitu pindahnya fundus gaster ke atas dan yang ketiga adalah hernia kombinasi sliding yang merupakan bentuk campuran dari rolling dan sliding.

Hernia BochdalekĀ  jauh lebih umum daripada hernia Morgagni selama masa kanak-kanak, dan ketika besar dapat berakibat fatal. Asimtomatik, yaitu hernia Bochdalek kecil kadang-kadang dilihat sebagai temuan insidentil pada orang dewasa dan biasanya hanya berisi lemak. Hernia Morgagni juga paling sering asimtomatik dan yang paling sering didiagnosis pada usia dewasa.