Atmosfer dan Lapisannya

Loading...

ASTALOG.COM – Atmosfer  berasal dari  bahasa Yunani “Atmos“ yang berarti  uap air  atau gas dan “Sphaira“ yang berarti selimut. Jadi Atmosfer dapat diartikan sebagai lapisan gas yang menyelimuti sebuah planet termasuk bumi dari permukaan planet.

Dilansir dari wikipedia, Di Bumi, atmosfer terdapat dari ketinggian 0 km di atas permukaan tanah, sampai dengan sekitar 560 km dari atas permukaan Bumi. Atmosfer tersusun atas beberapa lapisan, yang dinamai menurut fenomena yang terjadi di lapisan tersebut.

Manfaat Lapisan Atmosfer

Terciptanya atmosfer bukan tanpa alasan. Atmosfer memiliki manfaat untuk kehidupan manusia, antara lain :

1. Melindungi bumi dari panas dan dingin berlebih di ruang angkasa. Bayangkan saja, seandainya tidak ada atmosfer, suhu siang hari di permukaan bumi diperkirakan mencapai 93°C dan pada malam hari menurun sampai -184° C.

2. Melindungi bumi dari bencana hujan meteor. Meteor yang jatuh dan ruang angkasa, sebelum sampai ke permukaan bumi mengalami pergesekan-pergesekan dengan atmosfer dan sebagian besar terbakar habis di lapisan atmosfer luar.

3. Udara di atmosfer

Udara di atmosfer di manfaatkan para nelayan-nelayan tradisional sebagai tenaga angin darat ketika berangkat kelaut, dan memanfaatkan angin laut sewaktu kembali ke darat. Selain itu, angin juga di manfaatkan di belanda untuk menggerakkan kincir angin yang digunakan untuk memompa air.
4. Melindungi makhluk hidup dari bahaya radiasi sinar matahari. Bila tidak ada atmosfer sinar matahari menyebabkan berbagai penyakit dan bumi tidak dapat ditempati oleh makhluk hidup lagi.
Lapisan Atmosfer
Satu bagian saja, atmosfer sudah punya banyak manfaat. Bagaimana dengan lapisan-lapisan dari atmosfer itu sendiri ? Atmosfer terdiri dari beberapa lapisan dimulai dari lapisan terendah hingga tertinggi. Berikut penjelasan dari lapisan-lapisan atmosfer.
1. Troposfer

Troposfer adalah lapisan terbawah dari atmosfer yang berada pada ketinggian 0 – 10km di atas permukaan bumi. Tebal lapisan troposfer rata-rata ± 10 km. Di daerah khatulistiwa, ketinggian lapisan troposfer sekitar 16 km dengan temperatur rata-rata 80°C.

Pada lapisan ini, tinggi rendahnya suatu tempat di permukaan Bumi berpengaruh terhadap suhu udaranya. Hal ini mengikuti hukum gradien geothermis, yaitu “semakin tinggi (tiap kenaikan 1.000 meter) suatu tempat di permukaan Bumi, temperatur udaranya akan turun rata-rata sekitar 6°C di daerah sekitar khatulistiwa”

Pada lapisan ini terjadi proses-proses cuaca seperti awan, angin, hujan, dan petir.

2.  Stratosfer

Stratosfer terletak pada ketinggian antara 10 – 40 km dari permukaan bumi. Suhu di lapisan stratosfer yang paling bawah (lapisan isotermis) relatif stabil dan sangat dingin yaitu – 70oF atau sekitar – 57oC.

Pada lapisan ini tidak berlaku hukum gradien geothermis karena semakin tinggi posisi tempat ini, suhu akan semakin naik dikarenakan kandungan uap air hampir tidak ada dan hanya ada lapisan ozon.

Pada lapisan ini terdapat lapisan ozon yang melindungi bumidari radiasi sinar matahari.

3.  Mesosfer

Mesosfer terletak pada ketinggian antara 40 – 70 km dari permukaan bumi.  Susunannya tidak sama seperti stratosfer. Kepadatan gas-gas mulai berkurang.

Lapisan mesosfer berfungsi melindungi bumi dari benda-benda angkasa yang jatuh ke bumi.

4. Termosfer 

Termosfer terletak pada ketinggian antara 70-400 km di permukaan bumi. Dinamai termosfer karena terjadi kenaikan temperatur yang cukup tinggi pada lapisan ini yaitu sekitar 1982oC. Kepadatan termosfer sangat rendah, kurang dari seper juta kepadatan udara pada permukaan bumi. rit.

Lapisan termosfer disebut juga lapisan ionosfer karena pada lapisan ini terjadi proses ionisasi. Lapisan termosfer memantulkan gelombang pendek radio sehingga bermanfaat untuk komunikasi.

5. Eksosfer

Eksosfer terletak pada ketinggian antara 400 km atau lebih dari permukaan bumi. Lapisan atmosfer merupakan batas terluar membentang ke dalam angkasa dan menyatu dengan atmosfer dan radiasi matahari.

Lapisan ini sering disebut pula dengan ruang antar planet dan geostasioner. Lapisan ini sangat berbahaya, karena merupakan tempat terjadi kehancuran meteor dari angkasa luar.

Pada lapisan ini muncul cahaya zodiakal dan gegenschein yang disebabkan oleh pantulan sinar matahari dan partikel debumeteor di angkasa.

Atmosfer tidak mempunyai batas mendadak, tetapi agak menipis lambat laun dengan menambah ketinggian, tidak ada batas pasti antara atmosfer dan angkasa luar.

Loading...