Sastra Lama dan Sastra Baru, Apa Perbedaannya?

Kata sastra tentu tidak asing lagi bukan? Sastra berasal dari kata bahasa Sansekerta, yaitu “sas” yang memiliki arti teks yang mengandung instruksi atau pedoman. Dalam bahasa Indonesia, sastra disebut sebagai tulisan yang indah dan memiliki arti tertentu.

Sastra tidak ada dengan sendirinya, namun merupakan hasil karya seseorang. Karya sastra memiliki pengertian hasil karya manusia, baik lisan maupun non lisan yang menggunakan bahasa yang indah.

Beberapa contoh karya sastra yang kita kenal adalah  puisi, cerpen, novel dan drama.

Karya sastra sejak awal kemunculannya hingga saat ini terus mengalami perkembangan, sehingga kita mengenalnya sebagai sastra lama dan sastra baru. Apa saja perbedaan sastra lama dan sastra baru?

Sastra Lama

Sastra lama masuk ke Indonesia seiring dengan tumbuhnya penyebaran Agama Islam, yaitu pada abad ke-13. Sastra lama sangat identik dengan sastra melayu yang salah satu peninggalannya adalah dua bait syair pada batu nisan seorang muslim di Aceh.

Beberapa ciri dari sastra lama adalah sebagai berikut.

  • Terikat oleh adat dan kebiasaan masyarakat setempat dan lebih tradisional.
  • Cerita dalam sastra lama biasanya menggambarkan tentang kehidupan lingkungan istana, keluarga kerajaan sehingga sangat kental akan sifat istana sentris dan feodal
  • Bertema fantasi atau khayal
  • Sangat dipengaruhi oleh kesusastraan Hindu dan Arab
  • Bentuknya baku karena terikat oleh aturan-aturan dan pedoman tertentu
  • Berupa sastra lisan
  • Perkembangannya sangat statis dan lambat, sesuai dengan perkembangan sosial yang saat itu belum pesat dan dinamis

Beberapa contoh karya sastra lama adalah hikay, pantun, syair dan dongeng

Sastra Baru

Berbeda dengan sastra lama, sastra baru sudah mendapat pengaruh dan inspirasi dari karya asing sehingga banyak mengalami perkembangan baik bentuk, isi dan tema di dalamnya.

Berikut adalan beberapa ciri dari karya sastra baru:

  • Ceritanya banyak berkisar pada kehidupan masyarakat, tidak lagi tentang keluarga kerajaan dan sifat feodal
  • Banyak dipengaruhi oleh kesusastraan barat
  • Ceritanya sangat berkembang dengan dinamis, seiring perkembangan zaman yang pesat
  • Merepresentasikan kepribadian penulisnya
  • Memuat nama pembuat karya sastra
  • Penulis biasanya dikenal oleh masyarakat luas
  • Bahaya yang digunakan tidak klise
  • Berupa karya tertulis

Karya sastra baru dapat kita nikmati dalam novel, cerpen, biografi, drama dan lain sebagainya.

Loading...

Loading...